Rapat Kerja 2026 H3 - Transformasi Akademik dan Relevansi Pelayanan
- Ezekiel Eleos Augustin
- Jan 19
- 2 min read
Pada hari Kamis, 15 Januari 2026, STTBI menyelenggarakan rangkaian penutup Rapat Kerja di Ruang 202, mulai pukul 08.00 hingga 17.30 WIB. Fokus utama pada hari ketiga ini adalah pemantapan program pascasarjana (Doktor dan Magister), sinkronisasi kebijakan antar-Wakil Ketua, serta penegasan disiplin manajerial dan finansial institusi.
Elevasi Program Pascasarjana (S-3 Ministri, S-2 Pastoral Konseling, S-3 Teologi)
Secara filosofis, pendidikan teologi tingkat lanjut harus mampu menangkap kebutuhan pasar tanpa kehilangan esensi spiritualitasnya.
S-3 Ministri (Doktor Ministri): Menargetkan 15 mahasiswa baru dengan keunggulan kurikulum "Kepemimpinan di Era Digital" yang diintegrasikan dengan unsur pertumbuhan gereja. Institusi menegaskan legalitas program dan menyiapkan skema konversi ke S-3 Teologi jika diperlukan di masa depan.
S-2 Pastoral Konseling: Diarahkan menjadi program unggulan melalui integrasi teologi Alkitab dengan ilmu psikologi secara holistik. Keputusan penting mencakup penjajakan kerja sama dengan Lembaga Konseling Keluarga Kreatif (LK3) dan penetapan syarat kelulusan berupa praktik konseling mandiri.
S-3 Teologi: Fokus pada diferensiasi misi institusi dan peningkatan standar publikasi ilmiah. Seluruh mahasiswa baru diwajibkan memiliki publikasi minimal Sinta 2 sebelum menempuh ujian disertasi sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik.
2. Penguatan Pilar Kepemimpinan (Wakil Ketua I, II, dan III)
Sinkronisasi antar-bidang menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan kualitas tata kelola sekolah tinggi.
Bidang Akademik (Waket 1): Penekanan pada Man Power Planning dan pemantauan kenaikan Jabatan Fungsional (Jafung) dosen secara berkala. Seluruh kegiatan akademik, termasuk program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), wajib didokumentasikan secara sistematis.
Bidang Administrasi Umum & Keuangan (Waket 2): Menetapkan kebijakan tegas berupa penahanan tunjangan kinerja selama satu semester bagi dosen yang tidak memenuhi kewajiban Tridarma Perguruan Tinggi. Di sisi lain, institusi melakukan evaluasi sharing cost dengan pihak Yayasan untuk menjaga kesehatan finansial di tengah tantangan inflasi.
Bidang Kemahasiswaan (Waket 3): Berfokus pada perbaikan karakter mahasiswa dan modernisasi sistem kredit poin melalui integrasi ke sistem SEVIMA. Pembinaan khusus bagi mahasiswa penerima beasiswa akan ditingkatkan guna menjaga hubungan baik dengan para sponsor.
Secara teologis, seluruh pimpinan dan dosen diingatkan untuk menjaga disiplin spiritual melalui partisipasi dalam doa pagi bersama. Dalam konteks hubungan luar negeri, STTBI bersiap menerima tamu internasional pada bulan April dan akan menjadi tuan rumah kegiatan Persetia pada bulan Juni 2026.



















Comments