top of page

Tujuh Dekade Api Pentakosta: Refleksi Teologis dan Visi Profetik Dies Natalis ke-70 Seminari Bethel Jakarta

​JAKARTA – Mengalir dalam tuntunan kuasa Roh Kudus, Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia (STTBI) merayakan puncak syukur Dies Natalis ke-70 Seminari Bethel Jakarta. Perhelatan yang berpusat di Aula Helen Teska ini bukan sekadar peringatan kronologis, melainkan sebuah "Mezbah Syukur" atas kesetiaan Tuhan (The Faithfulness of God) yang telah menyalakan api pelayanan selama tujuh dekade di tanah air.



​Ibadah syukur diawali dengan vibrasi penyembahan yang kuat, membawa seluruh sivitas akademika ke dalam hadirat Tuhan. Dalam orasi teologisnya, Pdt. Kiky Tjahjadi, M.Th. (Ketua Yayasan Seminari Bethel Jakarta), merelevansikan pesan dari Ulangan 28:13. Beliau menegaskan bahwa posisi "Kepala dan bukan Ekor" bukanlah sebuah privilese duniawi, melainkan sebuah mandat profetik bagi institusi.


​Secara teologis, ini adalah panggilan bagi Seminari Bethel untuk tetap berdiri dalam otoritas ilahi melalui ketaatan yang radikal terhadap Firman Tuhan. Di usia ke-70, institusi dipanggil untuk terus menghasilkan pemimpin yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga penuh dengan urapan Roh Kudus (Anointing).



Momen pemotongan tumpeng dimaknai sebagai tindakan simbolis-maknawi atas penyertaan Jehovah Jireh. Prosesi ini merupakan manifestasi dari rasa syukur yang meluap atas pemeliharaan ilahi yang memungkinkan seminari ini bertahan dan berkembang melampaui berbagai gelombang zaman.


​Dalam doa syafaat yang dilayangkan oleh Pdt. Bertina Munte, M.Th. (Direktur Sekolah Penginjil), terpanjat kerinduan agar setiap lini pelayanan—dari ruang kelas hingga medan penginjilan—terus dipenuhi oleh api Roh Kudus. Kebersamaan dosen, staf, dan mahasiswa dalam sesi dokumentasi menjadi simbol "Satu Tubuh dalam Kristus", yang siap bergerak dalam kesatuan hati demi kemajuan Kerajaan Allah.



​Ekspresi syukur semakin semarak melalui persembahan talenta tarian tradisional dari berbagai penjuru Nusantara. Secara filosofis-pentakostal, keragaman budaya ini dipandang sebagai bentuk Doxology (pujian) melalui tubuh. Ini menegaskan bahwa Roh Kudus bekerja melintasi batas budaya, menyatukan setiap suku dan bahasa dalam harmoni penyembahan. Apresiasi terhadap prestasi mahasiswa dalam berbagai lomba bukan sekadar pengakuan atas keterampilan insani, melainkan perayaan atas talenta yang Tuhan percayakan untuk dikelola demi kemuliaan-Nya (Stewardship).


​Puncak perayaan ditutup dengan doa berkat yang dilepaskan oleh Prof. Dr. Frans Pantan, Ketua STTBI. Dengan otoritas spiritualnya, beliau mendeklarasikan visi masa depan institusi yang harus terus menjadi saluran berkat ilahi. Di bawah kepemimpinan beliau, STTBI berkomitmen untuk menjaga integritas teologis dan api Pentakosta tetap menyala, mencetak hamba-hamba Tuhan yang siap membawa transformasi bagi bangsa. ​Tujuh puluh tahun telah berlalu, namun perjalanan ini baru saja memasuki dimensi pengurapan yang baru. Soli Deo Gloria.



 
 
 

Comments


Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia

Jl. Petamburan IV No.5, RT.1/RW.4, Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10260

  • Whatsapp
  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • TikTok

More Info : WA (+62) 813-8892-0117

Servire Cum Virtute Spiritus Sancti

©2023 by Bethel Digital Creator. 

To Serve with the power of Holy Spirit

bottom of page